Saat itu, pesawat terbang tinggal berjarak 30 menit dari Bandara LaGuardia, New York saat sang pilot menggunakan toilet pesawat terbang.
Entah apa yang terjadi, pintu toilet macet dan sang kapten terjebak di dalamnya. Karena tak bisa keluar maka sang kapten mengetuk pintu toilet untuk meminta tolong.
Salah seorang penumpang yang mendengar ketukan itu kemudian menghampiri toilet dan berusaha membantu.
Karena penumpang itu juga gagal membuka pintu, maka sang kapten memberi kata sandi untuk masuk ke kokpit kepada penumpang itu.
Di saat yang bersamaan, ko-pilot yang tidak mengetahui kondisi itu melaporkan ‘hilangnya’ sang kapten melalui radio. Akibat laporan ini nyaris dua jet tempur mendekati pesawat berpenumpang 18 orang itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kapten telah menghilang dan saya mendengar seseorang dengan logat asing mencoba masuk ke kokpit dan saya harus menangani masalah ini,” kata si kopilot.
Padahal, suara asing itu adalah penumpang yang diberikan kata sandi untuk masuk ke dalam kokpit.
Mendengar laporan itu, menara pengawas bandara menyatakan keadaan darurat dan memerintahkan kopilot untuk mendarat di mana saja.
Beruntung di saat genting itu, sang kapten akhirnya bisa keluar dari toilet dan kembali memegang kendali kokpit.
“Saya kapten dan saya sudah kembali. Pintu toilet rusak,” kata dia melalui radio.
“Kami hanya ingin memastikan, apakah ada masalah di dalam pesawat?” tanya petugas menara pengawas.
“Negatif. Saya terkunci di dalam toilet karena pintunya rusak. Saya harus berusaha untuk keluar dari sana,” kata kapten.
Pesawat itu akhirnya bisa mendarat dengan selamat di New York, meski demikian para petugas kepolisian dan FBI tetap melakukan pemeriksaan.
Manajemen Chautauqua Airlines kemudian memberikan penjelasan soal masalah sepele yang nyaris berbuntut panjang itu.
“Tak satupun penumpang kru pesawat dalam bahaya,” kata juru bicara Chautauqua Airlines, Peter Kowalchuk.
“Kopilot menjalankan tugas dengan benar. Dia tak mengizinkan siapapun masuk ke kokpit sebelum bisa memastikan kondisi kapten penerbangan,” tambah Kowalchuk.
Pilot Terkunci Dalam Toilet, Awak Pesawat Panik
Diposting oleh
sherly wahyuni
on Minggu, 20 November 2011
/
Comments: (0)
Indonesia Tantang Malaysia di Final
Diposting oleh
sherly wahyuni
/
Comments: (0)
Indonesia yang ditargetkan merebut medali emas SEA Games 2011 langsung bermain agresif sejak awal babak pertama Bahkan, tim Garuda Muda itu langsung menggebrak pertahanan lawan dengan serangan mengarah ke gawang.
Tekanan keras tuan rumah lewat duet Patrich Wanggai-Titus Bonai membuat pemain belakang Vietnam, Lam Anh Quang melakukan pelanggaran keras sehingga wasit Kim Jong Hyeok harus mengeluarkan kartu kuning pertamanya.
Peluang pertama Indonesia terjadi pada menit 19. Hanya saja tendangan bebas Egi Melgiansyah dari luar kotak penalti masih bisa ditangkap penjaga gawang Vietnam, Tran Buu Ngoc.
Selanjutnya tendangan keras Titus Bonai pada menit 23, hanya saja kembali ditepis penjaga gawang lawan.
Benturan keras yang terjadi didepan gawang Vietnam setelah menepis tendangan Titus Bonai membuat Tran Buu Ngoc terkapar sehingga harus mendapatkan perawatan medis.
Upaya menjebol gawang terus dilakukan oleh Egi Melgiansyah dan kawan-kawan. Tekanan demi tekanan terus dilakukan hanya saja belum membuahkan hasil. Begitu juga dengan serangan balik cepat Vietnam. Hingga babak pertama usai kedudukan tetap 0-0.
Memasuki babak kedua hujan turun dengan lebat. Namun hujan itu malah menambah semangat timnas Garuda Muda. Terbukti Titus Bonai yang mampu melepaskan diri dari pengawalan pemain belakang Vietnam langsung menakan, hanya saja tendangannya masih melenceng disisi kanan gawang lawan.
Upaya Indonesia untuk menciptakan gol baru bisa terjadi pada menit 51. Tendangan bola mati oleh Patrich Wanggai tidak bisa dibendung oleh penjaga gawang Vietnam sehingga mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Setelah unggul 1-0 tempo permainan yang diperagakan oleh anak asuh Rahmad Darmawan itu terlihat diturunkan. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan oleh anak Falko Gerd Gotz. Hanya saja upaya menyamakan tidak berhasil.
Memasuki akhir babak kedua permainan semakin keras. Terbukti banyak pemain berbenturan sehingga harus mendapatkan perawatan dari medis. Tekanan yang diberikan timnas membuah hasil. Titus Bonai mampu menggandakan kedudukan pada menit 88 sehingga mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Vietnam terus berusaha mengejar ketertinggalannya. Hanya saja hingga peluit panjang tanda pertandingan ditiup wasit asal Korea itu kedudukan tetap 2-0 untuk kemenangan Indonesia dan berhak lolos ke final melawan Malaysia, Senin (21/11).
Berikut susunan pemain Indonesia : Kurnia Meiga (gk), Hasim Kipuw, Gunawan Dwi Cahyo, Abdul Rahman, Diego Michiles, Oktovianus Maniani, Mahardiga Lasut, Egi Melgiasyah (c)/Hendro Siswanto, Andik Vermansyah, Patrich Wanggai (KK) dan Titus Bonai.
Adapun pemain Vietnam : Tran Buu Ngoc (gk)(KK), Au Van Hoan/Duong Thand Hoa, Ngo Hoang Thinh(KK)/Le Hoang Thien, Hoang Dinh Tung/Nguyen Tuan Anh, Nguyen Trong Hoang, Le Phan Thang, Nguyen Phan Quyet, Chu Ngoc Anh, Truong Huynh Phu (KK), Pham Than Luong (c) dan Lam Anh Quang.
Tekanan keras tuan rumah lewat duet Patrich Wanggai-Titus Bonai membuat pemain belakang Vietnam, Lam Anh Quang melakukan pelanggaran keras sehingga wasit Kim Jong Hyeok harus mengeluarkan kartu kuning pertamanya.
Peluang pertama Indonesia terjadi pada menit 19. Hanya saja tendangan bebas Egi Melgiansyah dari luar kotak penalti masih bisa ditangkap penjaga gawang Vietnam, Tran Buu Ngoc.
Selanjutnya tendangan keras Titus Bonai pada menit 23, hanya saja kembali ditepis penjaga gawang lawan.
Benturan keras yang terjadi didepan gawang Vietnam setelah menepis tendangan Titus Bonai membuat Tran Buu Ngoc terkapar sehingga harus mendapatkan perawatan medis.
Upaya menjebol gawang terus dilakukan oleh Egi Melgiansyah dan kawan-kawan. Tekanan demi tekanan terus dilakukan hanya saja belum membuahkan hasil. Begitu juga dengan serangan balik cepat Vietnam. Hingga babak pertama usai kedudukan tetap 0-0.
Memasuki babak kedua hujan turun dengan lebat. Namun hujan itu malah menambah semangat timnas Garuda Muda. Terbukti Titus Bonai yang mampu melepaskan diri dari pengawalan pemain belakang Vietnam langsung menakan, hanya saja tendangannya masih melenceng disisi kanan gawang lawan.
Upaya Indonesia untuk menciptakan gol baru bisa terjadi pada menit 51. Tendangan bola mati oleh Patrich Wanggai tidak bisa dibendung oleh penjaga gawang Vietnam sehingga mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Setelah unggul 1-0 tempo permainan yang diperagakan oleh anak asuh Rahmad Darmawan itu terlihat diturunkan. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan oleh anak Falko Gerd Gotz. Hanya saja upaya menyamakan tidak berhasil.
Memasuki akhir babak kedua permainan semakin keras. Terbukti banyak pemain berbenturan sehingga harus mendapatkan perawatan dari medis. Tekanan yang diberikan timnas membuah hasil. Titus Bonai mampu menggandakan kedudukan pada menit 88 sehingga mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Vietnam terus berusaha mengejar ketertinggalannya. Hanya saja hingga peluit panjang tanda pertandingan ditiup wasit asal Korea itu kedudukan tetap 2-0 untuk kemenangan Indonesia dan berhak lolos ke final melawan Malaysia, Senin (21/11).
Berikut susunan pemain Indonesia : Kurnia Meiga (gk), Hasim Kipuw, Gunawan Dwi Cahyo, Abdul Rahman, Diego Michiles, Oktovianus Maniani, Mahardiga Lasut, Egi Melgiasyah (c)/Hendro Siswanto, Andik Vermansyah, Patrich Wanggai (KK) dan Titus Bonai.
Adapun pemain Vietnam : Tran Buu Ngoc (gk)(KK), Au Van Hoan/Duong Thand Hoa, Ngo Hoang Thinh(KK)/Le Hoang Thien, Hoang Dinh Tung/Nguyen Tuan Anh, Nguyen Trong Hoang, Le Phan Thang, Nguyen Phan Quyet, Chu Ngoc Anh, Truong Huynh Phu (KK), Pham Than Luong (c) dan Lam Anh Quang.
Selangkah Lagi Mengulang Sejarah
Diposting oleh
sherly wahyuni
/
Comments: (0)
Sepanjang sejarah SEA Games, Indonesia tercinta baru dua kali meraih medali emas cabang sepak bola, yakni pada tahun 1987 dan 1991. Saya masih kecil saat itu, apalagi Tibo dkk di Timnas U-23 yang sekarang sedang berjuang mati-matian demi Merah Putih. Beberapa di antara mereka bahkan mungkin belum lahir.
Sudah lama kita tidak dihibur dengan gelar yang membangkitkan rasa bangga sebagai warga negara. Masa penantian 20 tahun tanpa medali emas sepak bola adalah waktu yang cukup lama. Melihat kualitas penampilan Garuda Muda di SEA Games tahun ini, rasanya tidak berlebihan kalau kita berharap mereka mampu mengulang prestasi para pendahulu 20 tahun yang lalu.
Lihatlah keterampilan luar biasa anak-anak muda dari Papua macam Titus Bonai, Patrich Wanggai, dan Oktavianus Maniani. Mereka tentunya membuat para pemain senior angkatan Bambang Pamungkas dan Christian Gonzales harus berusaha keras menjaga tempat mereka di Timnas senior.
Belum lagi permainan Egi Melgiansyah di lapangan tengah yang mampu memimpin rekan-rekannya, plus menyuplai bola-bola matang ke depan. Penjaga gawang? Tidak ada yang meragukan kualitas Kurnia Meiga.
Kiper utama Timnas senior Markus Horison saja, tahun lalu posisinya bisa digeser Meiga di Arema Malang.
Penonton wanita pun tidak ketinggalan dihibur oleh penampilan Diego yang luar biasa. Baik dalam hal menjaga pertahanan maupun penampilan fisik yang rupawan, dihiasi tato entah berapa banyak. (Ada apa dengan tato pada pemain Indonesia hasil naturalisasi dari Belanda? Dulu Irfan Bachdim, sekarang Diego Michiels).
Kita semua juga patut berbangga dengan antusiasme penonton. Semua umur, baik kaum adam ataupun kaum hawa, tidak peduli apa suku dan agamanya, selalu memenuhi tiap sudut stadion. Dukungan ini tentunya jadi suntikan semangat yang sangat besar bagi para pemain di lapangan.
Saya hanya sedikit kecewa karena masih ada segelintir penonton yang kurang menaruh respek pada negara lain ketika lagu kebangsaannya dinyanyikan. Semoga hal seperti ini tidak terulang di partai final.
Senin ini, Tibo dkk akan mengakhiri aksi mereka di SEA Games dengan menghadapi Malaysia di final. Menang berarti emas, kalah berarti perak. Menurut saya, inilah final impian. Akan kurang lengkap rasanya jika Garuda Muda menghadapi negara lain di final.
Tentu medali emas akan semakin terasa indahnya ketika kekalahan tempo hari berhasil dibalas tuntas, bukan?
Medali emas pertama tim sepak bola Indonesia di Sea Games diraih tahun 1987. Lawannya? Malaysia. Tempat? Stadion Utama Senayan, alias Gelora Bung Karno saat ini. Lawan sama, tempat sama. Sekarang saatnya mengulang prestasi punggawa timnas era Ribut Waidi dkk yang menghantam lawan yang sama di Final Sea Games 1987. Sejarah harus terulang!
Selangkah lagi Garuda Muda!
Sudah lama kita tidak dihibur dengan gelar yang membangkitkan rasa bangga sebagai warga negara. Masa penantian 20 tahun tanpa medali emas sepak bola adalah waktu yang cukup lama. Melihat kualitas penampilan Garuda Muda di SEA Games tahun ini, rasanya tidak berlebihan kalau kita berharap mereka mampu mengulang prestasi para pendahulu 20 tahun yang lalu.
Lihatlah keterampilan luar biasa anak-anak muda dari Papua macam Titus Bonai, Patrich Wanggai, dan Oktavianus Maniani. Mereka tentunya membuat para pemain senior angkatan Bambang Pamungkas dan Christian Gonzales harus berusaha keras menjaga tempat mereka di Timnas senior.
Belum lagi permainan Egi Melgiansyah di lapangan tengah yang mampu memimpin rekan-rekannya, plus menyuplai bola-bola matang ke depan. Penjaga gawang? Tidak ada yang meragukan kualitas Kurnia Meiga.
Kiper utama Timnas senior Markus Horison saja, tahun lalu posisinya bisa digeser Meiga di Arema Malang.
Penonton wanita pun tidak ketinggalan dihibur oleh penampilan Diego yang luar biasa. Baik dalam hal menjaga pertahanan maupun penampilan fisik yang rupawan, dihiasi tato entah berapa banyak. (Ada apa dengan tato pada pemain Indonesia hasil naturalisasi dari Belanda? Dulu Irfan Bachdim, sekarang Diego Michiels).
Kita semua juga patut berbangga dengan antusiasme penonton. Semua umur, baik kaum adam ataupun kaum hawa, tidak peduli apa suku dan agamanya, selalu memenuhi tiap sudut stadion. Dukungan ini tentunya jadi suntikan semangat yang sangat besar bagi para pemain di lapangan.
Saya hanya sedikit kecewa karena masih ada segelintir penonton yang kurang menaruh respek pada negara lain ketika lagu kebangsaannya dinyanyikan. Semoga hal seperti ini tidak terulang di partai final.
Senin ini, Tibo dkk akan mengakhiri aksi mereka di SEA Games dengan menghadapi Malaysia di final. Menang berarti emas, kalah berarti perak. Menurut saya, inilah final impian. Akan kurang lengkap rasanya jika Garuda Muda menghadapi negara lain di final.
Tentu medali emas akan semakin terasa indahnya ketika kekalahan tempo hari berhasil dibalas tuntas, bukan?
Medali emas pertama tim sepak bola Indonesia di Sea Games diraih tahun 1987. Lawannya? Malaysia. Tempat? Stadion Utama Senayan, alias Gelora Bung Karno saat ini. Lawan sama, tempat sama. Sekarang saatnya mengulang prestasi punggawa timnas era Ribut Waidi dkk yang menghantam lawan yang sama di Final Sea Games 1987. Sejarah harus terulang!
Selangkah lagi Garuda Muda!
Perolehan Medali Sementara Sea Games XXVI
Diposting oleh
sherly wahyuni
/
Comments: (0)
1.Indonesia 87 65 70 222
2.Vietnam 54 55 59 168
3.Thailand 52 41 59 152
4.Singapura 29 32 46 107
5.Malaysia 28 25 44 97
6.Filipina 15 28 34 77
7.Laos 5 3 19 27
8.Kamboja 3 9 11 23
9.Myanmar 1 12 16 29
10.Brunei 0 1 6 7
11.Timor Leste 0 0 1 1
2.Vietnam 54 55 59 168
3.Thailand 52 41 59 152
4.Singapura 29 32 46 107
5.Malaysia 28 25 44 97
6.Filipina 15 28 34 77
7.Laos 5 3 19 27
8.Kamboja 3 9 11 23
9.Myanmar 1 12 16 29
10.Brunei 0 1 6 7
11.Timor Leste 0 0 1 1
SEA Games (Atletik) - Klasemen Akhir Atletik
Diposting oleh
sherly wahyuni
/
Comments: (0)
Palembang (ANTARA) - Berikut klasemen lengkap cabang atletik yang telah menyelesaikan seluruh nomor pertandingan di Palembang, Rabu (emas, perak, perunggu, total):
1.Thailand 14 8 10 32
2.Indonesia 13 12 11 36
3.Vietnam 9 9 14 32
4.Malaysia 6 2 3 11
5.Filipina 2 9 5 16
6.Singapura 2 3 2 7
7.Myanmar 0 3 1 4
Total 46 46 46 138
1.Thailand 14 8 10 32
2.Indonesia 13 12 11 36
3.Vietnam 9 9 14 32
4.Malaysia 6 2 3 11
5.Filipina 2 9 5 16
6.Singapura 2 3 2 7
7.Myanmar 0 3 1 4
Total 46 46 46 138
Jelang Indonesia vs Malaysia
Diposting oleh
sherly wahyuni
/
Comments: (0)
Pada sesi latihan hari Minggu sore (20/11/2011), timnas Indonesia U-23 hanya menjalankan latihan ringan dengan suasana yang tidak terlalu serius. Berkali-kali para punggawa 'Garuda Muda' saling bercanda dan tertawa pada latihan yang digelar di taman Hotel Sultan itu.
Ini dilakukan pelatih untuk menyiasati jadwal yang sangat mepet dari semifinal, yang hanya berjarak dua hari, dengan partai final.
"Strategi baru akan bergantung pada siapa pemain yang fit, itu akan kita tentukan besok," ujar Rahmad di akhir sesi latihan.
pelatih bertopi itu pun mengaku belum memutuskan siapa pemain yang akan diturunkan pada laga melawan Malaysia besok karena masih memantau kondisi fisik para pemainnya, yang terkuras usai partai berat melawan Vietnam.
"Masih belum tahu (siapa yang mau diturunkan), karena sampai saat ini ada beberapa pemain yang kondisinya masih terus dipantau seperti Mahardiga Lasut, Egi Melgiansyah sama Gunawan (Dwi Cahyo), terus juga ada si Andik (Vermansyah). Jadi ada empat pemain yg saya terus pantau," papar mantan pelatih Persija Jakarta itu.
Meski begitu RD juga menjelaskan kondisi pemain yang sebelumnya sakit sudah mulai pulih. "Andik ya biasa ada kram otot jd butuh waktu untuk pemulihan. Kalau untuk Ferdinand (Sinaga) kondisinya sudah sudah sembuh setelah terkena flu,"
Indonesia akan menghadapi Malaysia pada partai final SEA Games yang baru akan digelar hari Senin besok (20/11/2011) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kick-off dilakukan pada pukul 19.00 WIB.
Ini dilakukan pelatih untuk menyiasati jadwal yang sangat mepet dari semifinal, yang hanya berjarak dua hari, dengan partai final.
"Strategi baru akan bergantung pada siapa pemain yang fit, itu akan kita tentukan besok," ujar Rahmad di akhir sesi latihan.
pelatih bertopi itu pun mengaku belum memutuskan siapa pemain yang akan diturunkan pada laga melawan Malaysia besok karena masih memantau kondisi fisik para pemainnya, yang terkuras usai partai berat melawan Vietnam.
"Masih belum tahu (siapa yang mau diturunkan), karena sampai saat ini ada beberapa pemain yang kondisinya masih terus dipantau seperti Mahardiga Lasut, Egi Melgiansyah sama Gunawan (Dwi Cahyo), terus juga ada si Andik (Vermansyah). Jadi ada empat pemain yg saya terus pantau," papar mantan pelatih Persija Jakarta itu.
Meski begitu RD juga menjelaskan kondisi pemain yang sebelumnya sakit sudah mulai pulih. "Andik ya biasa ada kram otot jd butuh waktu untuk pemulihan. Kalau untuk Ferdinand (Sinaga) kondisinya sudah sudah sembuh setelah terkena flu,"
Indonesia akan menghadapi Malaysia pada partai final SEA Games yang baru akan digelar hari Senin besok (20/11/2011) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kick-off dilakukan pada pukul 19.00 WIB.
Kim Jong Hyeok
Diposting oleh
sherly wahyuni
/
Comments: (0)
Sea Games XXVI kali ini berlangsung d Indonesia,,yaitu Palembang dan Jakarta sebagai tuan rumahnya..dari sekian banyak pertandingan yg diadakan,,SEPAKBOLA menjadi olahraga yg paling banyak d tonton oleh masyarakat indonesia...
Nah,,klo ngomongin sepakbola pasti dong d pimpin ma seorang wasit,,pas pertandingan INDONESIA
sapa lagi klo bukan Kim Jong Hyeok
Wasit kelahiran 31 Maret 1983,,wuiiihh masih muda yha...(28 tahun coy)
sang wasit asli dari seoul,,korea selatan(wajar ajalah muka nya mirip ma artis2 korea)
jadi lupa buat ngedukung INDONESIA
Ketika memimpin pertandingan Indonesia kontra Thailand,,dia ngeluarin kartu merah kepada dua pemain Thailand yaitu Theeraton Bunmathan dan Ekasit Chaobut,kesannya tegas banget sebagai wasit dan memang semestinya seorang wasit harus seperti itu,,lucunya lagi pas pemain nya protes dia juga senyum2 ajah (mungkin gara2 gak tau bahasa si pemain kali yha)
Tapi ane salut banget ma nih wasit masih muda,,tegas,,cocok dah jadi wasit internasional,,gak kayak wasit2 di Indonesia yg gak pernah tegas...
ane juga nyaranin ama panpel supaya nih wasit yg mimpin laga final ntar,,biar INDONESIA menang...
