Jangan sampai salah jurusan!


(Antara)
MEDAN – Sudah menjadi tradisi setiap tahunnya bagi siswa yang lulus SLTA, langkah  pertama yang diambil adalah mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nah, kalo udah ikut SNMPTN, langkah selanjutnya adalah memilih jurusan.

Terkadang kebanyakan orang bingung mau pilih jurusan apa? Hal ini karena mereka ikut SNMPTN hanya karena ikut-ikutan atau sekadar mencoba. Memilih jurusan itu seperti membangun rumah yang megah, tinggal di mana Anda memposisikannya. Anda bisa saja membangun rumah mewah di tepi jurang atau padang pasir. Namun Anda harus bisa membayangkan tempo rumah itu bertahan.

Sama halnya dengan memilih jurusan di perguruan tinggi. Biasanya saat SNMPTN, ada dua jurusan yang harus kalian pilih dan kebanyakan jurusan yang paling diminati atau sukai. Lalu jika berbicara minat dan suka, artinya itu kemungkinan besar diminati juga oleh sebagian besar peserta SNMPTN lainnya. Dengan kata lain, jurusan favorit.

Beberapa jurusan dengan grade tertinggi, untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah Ilmu Kedokteran, Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Kimia, dan Farmasi. Untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), biasanya Akuntansi, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Hukum, Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Komunikasi.

Jika kedua pilihan jurusan kita semuanya favorit, artinya kita bersaing dengan banyak orang. Berbicara peluang, maka otomatis peluang kita semakin kecil dan sedikit banyaknya berharap pada keberuntungan.

Kalo salah pilih jurusan, bukan tidak mungkin nantinya Anda gagal menyelesaikan perkuliahan hingga akhirnya drop out alias DO. Akibatnya, Anda rugi biaya, waktu, dan semuanya sia-sia belaka.

Memilih jurusan di perguruan tinggi bukan urusan mudah dan sepele. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala sesuatu kemungkinan akan berakibat fatal. Mudah mendapat pekerjaan dan uang merupakan alasan yang paling banyak dipusingkan.

Bagi siswa yang sudah mengetahui bakat dan minatnya serta terbiasa mengambil keputusan sendiri, mungkin tidak banyak kendala memilih jurusan. Namun, bagaimana bagi mereka yang tidak tahu akan bakat dan minatnya?

Ditambah lagi ikut-ikutan agar punya teman saat kuliah atau juga karena pacar. Ada pula sikap orangtua yang memaksakan anak memilih jurusan yang telah ditentukan, bukan kemauan dan minat anaknya sendiri.

Memang butuh pertimbangan dan kematangan dalam memilih jurusan yang tepat. Jadi, sebaiknya kita selektif dan memahami terlebih dahulu arah program studi yang hendak ditekuni. Seperti kata pepatah, pikir dahulu baru bertindak… Itulah yang harus kalian lakukan sebelum memilih jurusan. Good luck guys…

0 komentar:

Posting Komentar